BUKU PERJALANAN DINAS UNDERCOVER

Tinggalkan komentar

Iklan

BUKU AKU, KAU, KALIAN DAN KITA SEMUA : KONTROVERSI DALAM SEPAKBOLA

Tinggalkan komentar

Buku Aku, Kau, Kalian dan Kita Semua

KONTROVESI DALAM SEPAKBOLA

YUSRAN  LAPANANDA, SH.,MH.

Perasa Masalah Sosial & Hukum

Perhelatan akbar sepakbola dunia, Piala Dunia 2018 di Rusia usai sudah. Piala Dunia 2018 kali ini menjadikan Prancis sebagai Juara Dunia dan Kroasia sebagai Runner Up. Kemenangan Prancis atas Kroasia dengan skor 4-2, ditentukan oleh kekuatan mental juara yang dimiliki Prancis, walaupun Kroasia adalah tim yang tangguh. Belgia Juara III dan Inggris sebagai Juara IV dalam laga yang berakhir 2-0. Prancis sebagai Juara Piala Dunia 2018 berhak menerima USD 38 Juta atau sebesar Rp. 531 Milyar dengan asumsi nilai tukar rupiah 1 USD sama dengan Rp. 14.000. Bukan itu saja, Piala Dunia 2018 di Rusia mengantarkan Harry Kane striker dari Inggris sebagai pencetak gol terbanyak meraih penghargaan sepatu emas (Golden Boot Award) dengan raihan 6 gol sepanjang Piala Dunia 2018 bergulir.

Selain itu, Piala Dunia 2018 mengantarkan Luka Modric dari Kroasia sebagai penerima penghargaan pemain terbaik piala bola emas (Golden Ball Award). Untuk kiper terbaik pada Piala Dunia 2018 diraih oleh Kiper Tim Negara Belgia Thibaut Cortuis dan berhak menerima piala sarung tangan emas (Golden Glove Award). Sementara itu, penghargaan tim Negara fair play diraih oleh Spanyol, karena Spanyol adalah tim paling sedikit menerima kartu kuning selama pertandingan dengan jumlah 2 kartu kuning saja. Juga mengantarkan Rusia Negara yang sukses menyelenggarakan event bergensi ini, walaupun Rusia gagal meraih juara terhenti pada babak enam belas besar oleh Kroasia 4-3 setelah melalui adu penalty.

Aku, kau, kalian dan kita semua, selama kick off Piala Dunia 2018 dimulai 14 Juni yang mempertemukan tuan rumah Rusia 5-0 Arab Saudi hingga babak Final, Prancis 4-2 Kroasia menyaksikan tontonan yang menarik selama sebulan melalui layar kaca TransTV dan K-Vison. Namun demikian aku, kau, kalian dan kita semua juga melihat berbagai kontroversi selama pertandingan Piala Dunia baik yang terjadi didalam lapangan pertandingan, stadion maupun di luar pertandingan. Di dalam lapangan, stadion terlihat dan terasa, emosi pemain/pelatih, provokasi pemain/penonton, keberpihakan wasit kesalah satu tim, pelanggaran dengan permainan keras/kasar pemain, perkelahian sesama pemain, kesedihan hingga air mata pemain/penonton yang kalah atau tersisih, hingga kecurangan dan tipu menipu pemain atau diving. Di luar lapangan terlihat dan terasa kontroversi-kontroversi seperti prediksi, dukung mendukung, pertaruhan/judi hingga aksi kekerasan/pembunuhan.

Diving adalah aksi pura-pura terjatuh, terguling-guling dan meringkuk kesakitan meski tak ada sentuhan dari lawan. Aksi diving tujuannya untuk mengelabui, menipu, atau membohongi wasit agar beroleh hadiah penalty jika terjadi dalam area terlarang atau berharap pemain lawan beroleh kartu kuning/merah. Aksi diving adalah aksi drama. Diving adalah suatu kecurangan atau tipu menipu atau bisa disebut dengan aksi kejahatan. Aksi diving bukan saja terjadi dalam laga sepakbola antar kampoeng, nasional namun hingga pertandingan internasional sekelas Piala Dunia. Sepanjang Piala Dunia 2018 aksi diving banyak kali terjadi, dipertontonkan dan diperagakan oleh pemain-pemain berkelas seperti Neymar saat laga 16 besar Brasil dengan Meksiko. Juga pemain masa depan Prancis, Kylian Mbappe rekan setim Neymar di Paris Saint-Germain melakukan aksi diving kala Prancis berlaga dengan Uruguay.

Aksi diving, drama, kepura-puraan, tipu menipu, kecurangan untuk menipu, membohongi dan mengelabui wasit mendapat kecaman, kutukan dari berbagai pihak. Diving adalah sesuatu yang kontroversi dalam sepakbola. Untungnya wasit zaman now sudah tak dapat dikibuli, dikelabui, dibohongi oleh para pemain. Aksi diving benar-benar sudah dibedah dan dipelajari oleh wasit berserta asosiasinya, sehingga para wasit zaman now sudah tak dapat dikibuli, dikelabui, dibohongi oleh para pemain sekaliber Neymar, malahan bukan hadiah penalty atau kartu kuning/merah yang didapat tapi sebaliknya pembuat aksi diving lah yang beroleh kartu kuning/merah dari wasit karena sudah melakukan kecurangan, menipu wasit dan penonton. Juga wasit zaman now sudah dibekali, dilengkapi dengan kamera dan layar monitor melalui teknologi VAR (video assistant referee) yang bisa memutar kembali aksi-aksi diving yang dilakukan pemain.

Kontroversi dalam sepakbola lainnya, yang terjadi dalam setiap laga adalah emosi pemain/pelatih, provokasi pemain/penonton, keberpihakan wasit kesalah satu tim, pelanggaran dengan permainan keras/kasar pemain. Pemain adalah manusia juga yang tak luput dari rasa emosi. Jika terjadi keberpihakan wasit kesalah satu tim yang berlaga hal ini bisa memicu emosi pemain hingga berakibat pemain melakukan pelanggaran dengan bermain keras hingga kasar. Pelanggaran pun bisa menyulut perkelahian antar pemain hingga penonton.

Di luar lapangan terlihat dan terasa kontroversi-kontroversi seperti prediksi, dukung mendukung, aksi kekerasan/pembunuhan, hingga pertaruhan/judi. Sesama rekan bisa marahan karena berbeda dukungan tim. Suami istri marahan, pisah ranjang hingga cerai akibat beda dukungan. Dukung mendukung dalam sepkbola bukan berharap uang/barang atau jabatan/kekuasaan namun lebih pada eksistensi diri masing-masing atas jagoannya. Prediksi pun bisa mengundang perbedaan sesama rekan. Kontroversi juga terjadi dalam pertaruhan hingga judi. Dan tak kalah kontroversinya adalah kekerasan hingga pembunuhan seperti yang dialami oleh Andres Escobar, Kolombia akibat gol bunuh diri pada Piala Dunia 1994 Amerika Serikat.

Kontroversi dalam sepakbola, aksi atau drama diving, tipu menipu, kecurangan, kebohongan, kepura-puraan, emosi, provokasi hingga pelanggaran dan dukung mendukung tidak hanya terjadi dalam laga sepakbola, namun bisa terjadi didalam hidup kehidupan manusia, di lingkungan pemerintahan, perkantoran, dan lembaga lainnya. Banyak manusia yang beraksi seperti Neymar atau Kylian Mbappe dengan melakukan drama diving, kepura-puraan, kecurangan, tipu menipu, emosi, memprovokasi, melakukan pelanggaran, hingga dukung mendukung demi uang, fasilitas kendaraan, proyek-proyek, kekuasaan atau jabatan politik maupun eselonisasi hingga menumbuhkan dan mempertahankan eksistensi diri dan keluarga.

Selamat bagi “Les Bleus” Prancis Juara Dunia 2018 dan selamat bagi Rusia sukses menyelenggarakan Piala Dunia 2018, sampai jumpa di Qatar Piala Dunia 2022.

Gorontalo, 16 Juli 2018

BUKU AKU, KAU, KALIAN DAN KITA SEMUA : TOILET

Tinggalkan komentar

Buku Aku, Kau, Kalian dan Kita Semua

TOILET

YUSRAN  LAPANANDA, SH.,MH.

Perasa Masalah Hukum & Sosial

Sebagian dari kalian dan kita semua menganggap keberadaan toilet adalah sesuatu yang tidak begitu penting. Namun sebagian dari kalian dan kita semua menganggap keberadaan toilet adalah sesuatu yang biasa-biasa saja. Juga sebagian dari kalian dan kita semua menganggap keberadaan toilet adalah sesuatu yang maha penting, hingga sebagian dari pimpinan kalian dan kita semua menganggap keberadaan, pemeliharaan dan kebersihan toilet adalah sesuatu bagian dari kinerja.

Jika kita ke tempat-tempat layanan publik, baik ke kantor-kantor pemerintah, kantor-kantor swasta, hingga tempat-tempat umum (terminal, stadion, mall, ruko, bioskop, rumah makan, restoran/kafe/kedai dan lain-lain) beragam macam toilet kita temui. Ada toilet yang keberadaannya terpelihara dengan baik dan bersih, ada juga toilet yang tidak terpelihara dengan baik atau kurang bersih, namun ada juga toilet yang jorok, kumuh, hingga bau dan tak terurus,

Misalnya aku, kau, kalian dan kita semua menengok toilet di bandara udara, hotel-hotel berbintang, kantor-kantor perbankan, kantor-kantor BUMN, kantor-kantor pemerintah pada lembaga/kementerian, kantor-kantor swasta skala besar, restoran dan dibeberapa mall, terlihat dan terasa toilet terjaga dan terpelihara serta bersih hingga penataanya pun asri hingga tersedia berbagai bahan cuci tangan dan “ditunggui” oleh petugas kebersihan.

Tengoklah di beberapa tempat umum seperti mall lainnya, terminal, rumah makan, stadion, sekolah-sekolah, kampus-kampus, apalagi di ruko-ruko toiletnya tak terurus, tak terpelihara, tidak bersih hingga aku, kau, kalian dan kita semua tak menemukan sama sekali fasilitas toilet yang tersedia. Lebih parah lagi dibeberapa tempat umum lainnya terminal, stadion, ruko dan lain-lain toiletnya jorok, kumuh, hingga bau akibat tidak disiram dengan air, berlubang, malahan sudah tergembok.

Bagaimana dengan toilet pada kantor-kantor pemerintah daerah, pada kantor-kantor perangkat daerah, kantor DPRD, dan kantor Sekretariat Daerah yang juga menjadi kantor kerja Kepala Daerah. Ketika ditengok dan dipakai, beragam temuan yang dijadikan LHP (laporan hasil penglihatan). Ditemukan toilet yang benar-benar jorok, kumuh, hingga berbau yang kurang disiram hingga menjijikkan. Tak tersedia fasilitas gayung, air keluar dengan terpaksa dan hanya menetes, tak ada fasilitas handsoap, berlubang, kurang dibersihkan, kurang tertata baik dan terlupakan, tak ada kunci malah ada toilet yang tergembok. Toilet juga merangkap gudang penyimpanan aset atau barang-barang bekas pemerintah daerah/perangkat daerah. Toilet pun menjadi tempat cuci piring dan tempat pembuangan sisa-sisa makanan ASN. Padahal dikantor-kantor pemerintah daerah/perangkat daerah toilet selain dipakai oleh ASN juga digunakan oleh para tamu/pengunjung sebagai bagian dari pelayanan publik, malahan dijadikan tempat wudhu oleh ASN.

Ditemukan toilet yang keberadaanya kurang bersih, tak terawat atau tak terpelihara, tak asri, tidak “ditunggui” oleh pelayan kebersihan, tak ada gantungan pakian, sedikit berbau, tanpa handsoap, keberadaannya apa adanya tapi tetap digunakan oleh para ASN dan para tamu dengan keterpaksaan dari pada tak ada, hingga keburu kebelet. Namun yang pasti toilet di lingkungan pemerintah daerah, perangkat daerah tak sama bagusnya, tak sama asrinya, tak sama bersihnya dengan toilet yang ada di bandara udara, hotel-hotel berbintang, kantor-kantor perbankan, kantor-kantor BUMN, kantor-kantor pemerintah pada lembaga/kementerian, kantor-kantor swasta skala besar, namun minimalnya sama dengan beberapa toilet yang standard secara umum yang tak terurus secara konsisten.

Kondisi toilet di lingkungan pemerintah daerah, perangkat daerah seperti ini, dari hasil LHP belum diketahui apa penyebabnya. Apakah dipengeruhi oleh leadership dan manajemen para penghuninya?. Apakah disebabkan oleh tak adanya petugas khusus atau pelayan kebersihan?. Apakah akibat dari tak ada anggaran pemeliharaanya atau pengadaanya?. Ataukah memang ada gerakan “pembiaran”, “perdiaman”, “percuekan” atas kondisi ini?. Ataukah memang kondisi pemerintahan daerah sudah tak berkinerja menuju zona kehancuran?. Yang pasti atas berbagai pertanyaan ini, tak ada yang mampu menjawabnya diantara aku, kau, kalian dan kita semua.

Jauh sebelum aku menjadi PNS usai studi sarjana, aku pernah menjadi pekerja pada salah satu perusahaan swasta nasional yang mempunyai beberapa cabang kantor di Indonesia, menjual berbagai kendaraan roda empat, kendaraan roda dua, mesin-mesin pertanian, barang elektronik hingga barang dagangan umum. Keberadaan toiletnya saat itu biasa-biasa saja atau standard secara umum. Setiap saat dibersihkan oleh petugas kebersihan, ada pengharumnya, airnya mengalir, esensinya memenuhi standar rata-rata secara umum. Walaupun demikian terjadi kejadian dan menjadi inspirasi bagi aku kala itu. Sehari sebelum kedatangan Bos Besar dari Jakarta intensitas pembersihan toilet “meninggi”. Sepertinya ada kepanikan mulai dari pimpinan hingga karyawan untuk mempercantik dan mengharumkan toilet. Rasa penasaran pun sebagai pekerja baru, aku pun bertanya kesalah satu karyawan senior. “Kenapa intensitas membersihkan, mempercantik dan mengharunkan toilet “ditinggikan” hari ini?”, tanyaku. “Bos besar kita tiba hari ini dari Jakarta dan langsung ke sini (kekantor) untuk meeting (evaluasi) kinerja kita”, jawabnya. Aku tambah penasaran, evaluasi kinerja mengapa toilet yang disiapkan bukan materi pemaparan atau materi yang di evaluasi misalnya progres penjualan. Aku pun meneruskan pertanyaanku kepada karyawan senior. “Mengapa ada meeting evaluasi kinerja, malahan toilet yang disiapkan?”. Karyawan seniorpun terdiam dan menatapku dengan penuh kegalauan, sepertinya Dia menanggapi serius pertanyaanku. “Bos besar kita itu, kinerja utama dinilainya dari kebersihan, cantik dan harumnya toilet, jika toilet bersih, cantik dan harum maka Bos Besar anggap bahwa kinerja kita sudah punya nilai baik dan jika toilet kita tidak baik maka kinerja kita dianggap tidak baik, itu saja”, jawabnya sambil karyawan senior berlalu.

Tanya dan jawab saat itu yang sudah sekian puluh tahun terjadi, ternyata menjadi jawaban yang sangat berharga bagi Aku atas persoalan toilet-toilet pada kantor-kantor baik dalam lingkup kantor-kantor pada lembaga/kementerian, kantor-kantor perbankan, BUMN, kantor-kantor swasta nasional, kantor-kantor pemerintah daerah hingga pada fasilitas-fasilitas umum lainnya (hotel, mall, terminal, stadion, rumah makan, restoran/kape/kedai dan lain-lain), betapa pentingnya bersih, cantik dan harumnya serta keberadaan suatu toilet.

Maaf atas nukilan ini, yang pasti akan ada reaksi atas nukilan ini, dan sebagian dari kalian dan kita semua ada yang tersenyum mengiyakan kebenarannya, ada pula yang cemberut hingga marah, tersinggung dan dendam atas nukilan ini. Dan ada pula diantara kita dan kalian semua yang reaktif menanggapinya dengan sesegera membenahi, membersihkan, mendadani toilet, dan hanya untuk sekali itu saja, selebihnya kembali ke toilet sedia kala!!!. Apa iya?. Oh, toilet nasibmu dulu dan sekarang sama saja.(*)

Jakarta, 28 Juni 2018

BUKU AKU, KAU, KALIAN DAN KITA SEMUA: SHIVA, INSPEKTUR LADDU SINGH DAN PENJAHAT

Tinggalkan komentar

Buku Aku, Kau, Kalian dan Kita Semua

SHIVA, INSPEKTUR LADDU SINGH DAN PENJAHAT

YUSRAN  LAPANANDA, SH.,MH.

Perasa Masalah Hukum & Sosial

Sejak 2017 hingga saat ini, anak-anak serta aku, kau, kalian dan kita semua dihebohkan dengan film kartun atau film animasi dari India, “Shiva, si bocah ajaib” yang menghiasi dan ditayangkan oleh televisi swasta nasional, “ANTV”. Ya, “Shiva” adalah serial TV aksi animasi India yang sebelumnya ditayangkan di Nickelodeon. Serial yang diproduksi oleh Cosmos-Maya dan Viacom18, adalah salah satu acara TV dengan nilai rating tertinggi di India. Acara ini juga populer di Bangladesh dan banyak negara-negara di Asia, termasuk di Indonesia.

Mengapa, hingga Shiva disebut si bocah ajaib?, Ini tak lain dan tak bukan karena kemampuan si bocah Shiva dalam menumpas kejahatan dan menegakkan kebenaran. Si bocah kecil Shiva memiliki kemampuan luar biasa sebagai detektif dan mengejar musuh. Selain itu, Shiva memiliki kemampuan beladiri yang mumpuni. Juga, Shiva memiliki berbagai macam alat dalam menunjang kemampuannya sebagai detektif. Shiva adalah anak kecil yang selalu menumpas kejahatan, dan Shiva memiliki beribu cara untuk menaklukkan penjahat. Selain pandai dalam hal strategi, Shiva memiliki ketrampilan dalam mencegah para penjahat yang ingin menguasai Kota Vedas. Salah satu senjata andalanya adalah sepedanya yang super ajaib. Spesifikasi sepedanya begitu luar biasa, banyak tombol yang sangat canggih, dapat berjalan di air/sungai dan terbang di udara. Jam tangannya pun canggih, semacam lebah elektronik (kamera) yang bisa dijadikan CCTV, dan masih banyak lagi kecanggihan yang sangat luar biasa dari sepeda itu. Pokoknya, sepeda Shiva mampu terbang, berlari kencang serta dilengkapi dengan berbagai macam kelebihan yang digunakan Shiva dalam menumpas kejahatan.

Shiva, anak kecil yang tinggal bersama kakek dan neneknya di sebuah kota fiksi bernama Kota Vedas di India. Kota Vedas, sebuah kawasan yang indah dan dipenuhi dengan berbagi macam kesejukan, karena indah/sejuk dan memiliki nilai ekonomis tinggi, maka banyak penjahat yang ingin mendapatkan uang dengan cara-cara yang jahat. Kota Vedas banyak dihuni oleh para penjahat. Walau dirinya masih kecil, Shiva sudah menjadi superhero yang banyak mengalahkan penjahat yang ingin menghancurkan kenyamanan, ketentraman, keamanan dan kedamaian di kotanya. Shiva menghadapi banyak penjahat yang mencoba menyakiti atau merusak kenyamanan, ketentraman, keamanan dan kedamaian setiap orang dan harta benda di Kota Vedas. Untung di Kota Vedas selain ada Shiva, ada juga Pak Polisi yang sangat sigap, yaitu Inspektur Lattu Singh atau Laddu Singh. Inspektur Laddu Singh sangat gagah, namun lucu, dan kadang bertindak ceroboh serta kekanak-kanakan dalam bertindak dan mengambil keputusan. Tak jarang Inspektur Laddu Singh, menjadi sasaran penjahat. Ketika Inspektur Laddu Singh tak bisa menyelesaikan masalah, maka tanpa malu-malu dan tanpa melihat pangkat dan jabatannya, Pak Polisi Laddu Singh memanggil atau meminta dukungan atau bantuan dari Shiva si bocah ajaib, dan ketika Shiva sudah turun tangan, maka permasalahan akan segera beres.

Dalam film kartun/animasi ini, Shiva adalah tokoh utamanya, selain Pak Laddu Singh sebagai Inspektur Polisi, Selain itu, terdapat beberapa peran lainnya, serta Reva, Adit dan Uday sebagai sahabat karib dari Shiva. Reva adalah cewek cantik yang cerdas, dia kerap menjadi navigator Shiva dalam membasmi kejahatan. Reva sangat cekatan dan dia juga memiliki kemampuan analisa yang sangat kuat dan dia adalah tokoh yang kerap membantu Shiva menyelesaikan masalah.  Adit adalah teman dari Shiva, dia kadang bertingkah sok detektif dan memiliki akal yang cemerlang, namun dia tak pernah melakukan apa yang ia pikirkan. Uday adalah teman dari Shiva, dia memiliki tubuh yang gendut, namun dia memiliki jiwa petarung yang hebat, dia juga memiliki semangat pantang menyerah. Meskipun penampilanya culun, tetapi dia cerdas. Jelaram atau Celaram. Dia adalah ajudan dari Inspektur Laddu Singh, dia memiliki kumis yang tebal, dia juga yang membuat suasana cerita kartun/animasi ini jadi hidup, dengan joke-joke yang dia lontarkan kepada Inspektur Laddu Singh. Ajudan Jelaram bersama Inspektur Ladu Singh saling bahu-membahu menegakkan hukum yang tak kunjung tegak, membasmi kejahatan dan menciptakan kenyamanan, keamanan, ketentraman, dan kedamaian di Kota Vedas.

Selama aku, kau, kalian dan kita semua menyaksikan film kartun/animasi Shiva terdengar ucapan-ucapan Shiva, “Jangan panggil aku anak kecil paman, aku Shiva. Namaku adalah Shiva”, disaat Shiva berhadapan dengan para penjahat dalam membasmi kejahatan. Ucapan-ucapan ini menjadi jargon pula dikalangan anak-anak. Ucapan-ucapan ini mendekatkan tokoh Shiva si bocah ajaib dengan anak-anak. Shiva, sekarang ini menjadi idola bagi anak-anak dan menjadi trend bagi anak anak.

Banyak hal yang bisa kita ambil dari film kartun/animasi Shiva walaupun hanyalah film anak-anak, akan tetapi tak ada salahnya banyak hal yang memberi inspirasi bagi aku, kau, kalian dan kita semua, baik dari karakter dan peran Shiva, Inspektur Laddu Singh serta penjahat dan kejahatan. Shiva adalah si bocah ajaib yang mendukung dan membantu pemerintah setempat atas tugas-tugas Polisi India dalam membasmi kejahatan tanpa pamrih, tanpa tendensi pada jabatan/kekuasaan di pemerintahan termasuk menjadi legislator; tanpa berharap uang, barang maupun fasiltas lainnya seperti mobil, proyek-proyek hingga fee; dan tanpa kepentingan atas eksistensi diri kepada pimpinan maupun penguasa serta alam semesta. Shiva adalaha pembuat cahaya dalam kegelapan, sedangkan para penjahat adalah pembuat kegelapan dalam cahaya.(*)

Jakarta, 8 Mei 2018

BUKU AKU, KAU, KALIAN DAN KITA SEMUA: MULAI DARI NOL

Tinggalkan komentar

Buku Aku, Kau, Kalian dan Kita Semua

MULAI DARI NOL

YUSRAN  LAPANANDA, SH.,MH.

Perasa Masalah Hukum & Sosial

”Mulai Dari Nol”. Mulai dari nol adalah ungkapan yang sangat famileir dikalangan pebisnis. Pebisinis mengawali usahanya mulai dari nol.  Pebisnis memulai bisnisnya benar-benar mulai dari nol. Nol permodalan, nol pengalaman, dan nol pengetahuan. Banyak pebisnis yang menjadi milyarder, orang kaya, yang memulai bisnisnya dari nol hingga sukses.  Mulai dari nol pun, aku, kau, kalian dan kita semua mengenalnya dalam pertandingan olahraga seperti bulutangkis, voli ball, sepak takraw dan lain-lain. Untuk memulai suatu laga wasit mengucapkan skor 0-0 dan tim yang bertanding memulai laga tanding.

Selain itu “mulai dari nol”, menjadi iklan Pertamina. ”Mulai dari nol, ya pak!”. Kalimat ramah mulai dari nol dari petugas SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) terdengar disaat aku, kau, kalian dan kita semua ketika mengisi BBM di SPBU. Ucapan mulai dari nol sepertinya menjadi protap (prosedur tetap) atau SOP (standar operational procedure) layanan para petugas SPBU.

Booming “Mulai dari nol”, berawal dari satu iklan jadoel dari Pertamina menjelang Idul Fitri 1429 H atau ditahun 2008 M. Meski sudah usang, kurang lebih 10 tahun lalu, namun slogan mulai dari nol masih terasa dan terdengar disetiap aku, kau, kalian dan kita semua ketika mengisi BBM di SPBU.

Iklan Pertamina, mulai dari nol, berawal dari seorang Bapak yang hendak mengisi BBM di suatu SPBU sambil menelpon. Petugas SPBU menyapa dengan ramah “selamat sore” dan petugas SPBU pun meminta si Bapak mematikan handphonenya, “maaf pa bisa dimatikan dulu handphonenya”. Dengan muka tak bersahabat dan cemberut si Bapak tak meladeni gaya menyapa petugas BBM yang begitu ramah. Petugas SPBU pun melanjutkan, “dimulai dari angka nol, ya pak”. Usai mengisi tangki mobil, saat bersamaan, bedug dan azan magrib mengumandang dan petugas SPBU mengucapkan “alhamdulillahh”, dan mempersilakan si Bapak untuk berbuka, “sudah magrib, silahkan kalau mau berbuka”. Namun, si Bapak menolak dengan ekspresi marah, “aaahh nggak usah”. Petugas SPBU pun dengan kesabaran, keramahan, disertai dengan senyuman menyampaikan “terima kasih pak”.

Iklan pun berlanjut, disaat Idul Fitri dan setelah melaksanakan sholat Ied, petugas SPBU yang sama kembali bekerja. Si Bapak yang sama pun datang kembali untuk mengisi BBM namun dengan semua anggota keluarganya, tentu setelah sholat Ied pula. Dengan penuh keramahan, petugas SPBU mengucapkan “selamat lebaran bapak, ibu, de, mohon maaf lahir dan bathin, dimulai dari angka nol ya pak”. Bapak yang duduk di depan sebelah kiri itu pun hanya menganggukkan kepala. Kemudian petugas itu mengisi bensin ketangki mobil. Dengan melihat dari spion mobil, Si Bapak mengingat kembali bagaimana dia tak meladeni dan bersikap tak ramah, marah dan cemberut pada petugas SPBU. Iklan pun berkanjut, si Bapak keluar dari mobil dan berjabat tangan dengan petugas SPBU, “mas, mohon maaf lahir dan bathin ya, mulai dari nol lagi ya” dan diikuti dengan seluruh anggota keluarganya.

Sungguh suatu iklan yang inspiratif dan inovatif. Sungguh iklan yang bermakna, Pertamina berkeinginan untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik dan jujur kepada pelanggan. “Mulai dari nol”, slogan ingin memberikan kepuasan yang lebih baik kepada konsumen. Dengan kata lain tak ada lagi konsumen yang tak terpuaskan dengan bermacam ragam keraguan. “Mulai dari nol”, tentunya suatu inovasi untuk menuju pembaharuan dengan harapan suatu kondisi yang baik kedepan dari kondisi sebelumnya. “Mulai dari nol”, dalam kondisi sebelumnya bermakna ungkapan bahwa sebelum ini telah terjadi “pembohongan” kepada pelanggan ketika mengisi BBM di SPBU. Baik pelayanan petugas yang tidak ramah, tidak sopan, tidak jujur, atau bentuk-bentuk lain, hingga entah takaran kurang pas, atau yang paling dan pasti pas tidak mulai dari nol,

Iklan pertamina “mulai dari nol” yang ditampilkan ketika Idul Fitri tersebut, perlu dijadikan titik balik perubahan semua layanan publik di negeri ini, baik pada kantor-kantor perusahaan, maupun pada kantor-kantor pemerintahan baik dipusat maupun didaerah, yang semestinya mengedepankan dan menonjolkan kesabaran, keramahan, kejujuran dan yang terpenting adalah senyuman para petugas ASN/karyawan, demi kepuasan publik, masyarakat, pelanggan/konsumen. Dan yang paling terpenting dalam layanan publik adalah tak ada lagi diskriminasi dalam pelayanan, tak ada lagi pungli, tak ada lagi manipulasi, tak ada lagi fee dan suap menyuap, tak ada lagi upeti, tak ada lagi gratifikasi dan lain-lain.

Namun, dibalik itu semua ini “mulai dari nol” telah melahirkan sesuatu yang sangat inovatif dan inspiratif. “Mulai dari nol” membawa dampak dan pesan atas kinerja dan kejujuran dan kepercayaan diri para petugas pada SPBU dengan slogan “mulai dari nol”, dan keyakinan dan kepercayaan pelanggan kepada petugas SPBU dan Pertamina secara totalitas. Apalagi para petugas pada SPBU didoktrin dengan gaya menyapa penuh keramahan, keikhlasan dan kebaikan hati petugas serta kejujuran, walaupun segelintir petugas pada SPBU melakoninya dengan sangat terpaksa, bertolak belakang dengan jiwa dan rasa mereka.

Bagi aku, kau, kalian dan kita semua nilai utama dan esensi dasar “mulai dari nol” adalah kejujuran, selain keramahan, kesabaran dan kepuasan. Kejujuran adalah bagian dari harga diri yang harus dijaga dan dipegang hingga mati. Esensinya, miskin materi tak berarti, asalkan punya nilai kejujuran. Janganlah merusak harga diri dengan kebohongan dan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kejujuran. Sekali aku, kau, kalian dan kita semua berbohong, hilanglah harga diri selamanya. Berbohong adalah salah satu perusak nilai kejujuran. Selain berbohong, manipulasi adalah perusak nilai-nilai kejujuran. Manupulasi merupakan perbuatan untuk merekayasa fakta yang sebenarnya. Apapun alasannya, tindakan manipulasi sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai kejujuran. Dampak buruk dari tindakan merusak nilai-nilai kejujuran, dengan berbohong dan manipulasi adalah hilangnya kepercayaan. Hilangnya kepercayaan dari masyarakat atau orang-orang terdekat di sekitar aku, kau, kalian dan kita semua.

Iklanpun diakhiri dengan “buka lebar pintu maaf, sambut esok yang lebih baik”. Dan sebentar lagi aku, kau, kalian dan kita semua akan menunaikan ibadah puasa. Marhaban Ya Ramadhan, selamat datang wahai bulan ramadhan. Selamat menunaikan ibadah puasa, mohon maaf lahir dan bathin, mohon maaf atas khilaf dan salah.(*)

Jambi, 16 April 2018

BUKU AKU, KAU, KALIAN DAN KITA SEMUA : PIALA DUNIA 2018, RUSIA JAGOANKU

2 Komentar

Buku Aku, Kau, Kalian dan Kita Semua

PIALA DUNIA 2018, RUSIA JAGOANKU

YUSRAN  LAPANANDA

Perasa Masalah Hukum & Sosial

Aku, kau, kalian dan kita semua tahu, sepertinya tinggal hitungan hari Piala Dunia 2018 akan digelar di Rusia. Penentuan Rusia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018, hasil pemungutan suara penentuan kedua Piala Dunia yang diumumkan badan sepak bola dunia FIFA di Zurich Swiss, Kamis 2 Desember 2010. Rusia menyisihkan Inggris, Belanda-Belgia, dan Spanyol-Portugal yang sama-sama mengincar Piala Dunia 2018, sedangkan Qatar terpilih setelah bersaing dengan Australia, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan untuk tuan rumah Piala Dunia 2022. Dengan keputusan FIFA ini, Rusia dan Qatar sama-sama menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk kali pertama. Ini kali pertama kawasan Eropa Timur dan negara Arab dipercaya menjadi tuan rumah event sepakbola terpenting dunia.

Selain itu, undian pembagian group Piala Dunia 2018 telah dilakukan di State Kremlin Palace, Moskwa, Rusia, Jumat 1 Desember 2017. Sebanyak 32 tim nasional akan terlaga di Piala Dunia 2018 pada 14 Juni hingga 15 Juli 2018. Rusia sebagai tuan rumah mendapat kesempatan menjalani laga pembukaan Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moskwa, 14 Juli 2018. Lawannya adalah tim nasional Arab Saudi, urutan kedua pada Grup A. Tim-tim lain, yang terbagi ke dalam 8 grup, akan bertanding keesokan harinya hingga duel terakhir fase grup pada 28 Juni 2018. Adapun babak 16 besar akan berlangsung mulai 30 Juni hingga final di Stadion Luzhniki pada 15 Juli 2018.

Dikalangan masyarakat, aku, kau, kalian dan kita semua tentunya sudah melihat dan membaca jadwal pertandingan fase group hingga babak final, bahkan diantara kita menyimpan hingga menempatkan jadwal pertandingan Piala Dunia 2018 di ruang kerja, tempat kerja bahkan menyimpannya dalam dokumen handphone. Laga Piala Dunia 2018 sudah ramai diperbincangkan dan diskusikan oleh fans sepakbola. Mulai dari Negara-negara jagoan yang tak lolos Piala Dunia, Belanda, Italia, Cili, Amerika Serikat, Kamerun, penentuan penghuni group, waktu pelaksanaan, kostum tim, hingga Negara jagoan masing-masing fans.

Disetiap perhelatan Piala Dunia sepakbola, penentuan penghuni group salah satu hal yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari group lemah, group seru hingga group neraka. Katakanlah grup H yang dihuni Polandia, Senegal, Kolombia, Jepang yang diyakini sebagai group lemah. Sedangkan group B yang dihuni Portugal, Spanyol, Maroko, Iran yang diyakini sebagai group neraka oleh karena Portugal dan Spanyol dalam satu group yang harus bertemu pada fase penyisihan group. Group D yang dihuni Argentina, Islandia, Kroasia dan Nigeria yang diyakini juga sebagai group yang paling seru.

Juga, turut meramaikan perhelatan Piala Dunia 2018 Rusia adalah kostum atau jersey yang akan digunakan oleh Tim nasional peserta Piala Dunia. Jersey Tim Piala Dunia saat ini diburu oleh masyarakat pencinta sepakbola termasuk jersey Negara jagoan mereka masing-masing. Jersey Brasil, Argentina, Spanyol, Jerman, Inggris, Portugal, atau Francis langganan juara Piala Dunia yang paling banyak diburu dan laris di pasaran, termasuk Negara-negara kuda hitam seperti Kolombia, Belgia, Uruguay, Kroasia, Swiss, Swedia dan tak ketinggalan jagoanku Rusia?.

Aku, kau, kalian dan kita semua tentunya punya alasan tersendiri untuk menjagokan tim nasional peserta Piala Dunia 2018. Tentunya yang paling banyak dijagokan adalah Brasil, Argentina, Spanyol, Jerman, Inggris, Francis, atau Portugal, oleh karena tim ini adalah langganan Juara Piala Dunia. Mitos, hitungan dan prediksi pun menjadi alasan untuk menjagokan tim. Mulai dari mitos jika Piala Dunia diselenggarakan di benua Amerika maka diyakini juaranya adalah Negara-negara yang berada di benua Amerika seperti Brasil, Argentina atau Uruguay. Dan jika Piala Dunia diselenggarakan di benua Eropa maka diyakini juaranya adalah Negara-negara yang berada di benua Eropa seperti Spanyol, Jerman, Inggris, Portugal, Francis atau Rusia. Alasan lainnya atas hitungan dan prediksi atas tim-tim yang tak terkalahkan selama babak kualifikasi, dan termasuk hasil uji tanding atau uji coba akhir-akhir ini sebagai laga pemanasan. Tak kalah serunya adalah pemilihan jagoan tim sebagai juara Piala Dunia adalah kecintaan dan adanya sosok pemain bintang. Menjagokan Argentina karena Lionel Messi, menjagokan Brasil karena Neymar Da Silva Santos, menjagokan Portugal karena Cristiano Ronaldo. Hitungan dan prediksi pun ditentukan oleh kekuatan tim yang dihuni oleh pemain bintang yang merata seperti Spanyol, Jerman, Inggris, dan Francis.

Rusia jagoanku?, tentu punya alasan yang lain. Alasan yang paling rasional, Rusia adalah tuan rumah Piala Dunia 2018. Rusia sebagai tuan rumah dan main di kandang sendiri itulah factor keberuntungan dan modal besar bagi Tim Beruang Merah. Tentunya, main dikandang sendiri dengan dukungan suporter dan fans yang sangat fanatik akan membantu keberuntungan tuan rumah Rusia dalam manapaki dan memenangkan setiap kali laga baik pada fase penyisihan group hingga pada babak-babak berikutnya, babak 16 besar, babak 8 besar atau perempat final, babak semi final dan babak final.

Tak ketinggalan beberapa fakta yang perlu diperhitungan bagi jagoanku Rusia adalah saat Piala Dunia 2002 yang diselenggarakan di Jepang dan Korea Selatan. Fakta, kala itu, Korea Selatan sebagai tuan rumah dan main dikandang sendiri dihadapan suporter dan fans yang sangat fanatic, tampil mengejutkan lolos hingga babak semi final atau 4 besar. Alasan lainnya, pilihan Rusia jagoanku agar sedikit berbeda dengan pendapat umum yang lebih menjagokan Brasil, Argentina, Spanyol, Jerman, Inggris, Francis, atau Portugal.!!!!!.

Berbeda pendapat di zaman now lagi gila-gilanya dibandingkan sama dalam berpendapat. Orang-orang maupun orang-orangan, dari orang-orang biasa hingga orang-orang ketinggian lebih memilih berbeda pendapat dari pada sama dalam pendapat. Orang-orang lebih mendukung sesuatu yang salah dari pada yang benar. Yang salah dibenar-benarkan, yang benar disalahkan. Kebenaran yang hanya disuarakan oleh perorangan, akan ditenggelamkan oleh kesalahan yang didukung banyak orang. Kesalahan akan lebih mulia jika didukung oleh orang banyak, dan kebenaran akan dihinakan oleh orang-orang salah.

Akankah Rusia, jagoanku menembus semi final hingga final dan menjadi Juara Piala Dunia 2018???.(*)

Limboto, 16 Maret 2018

BUKU AKU, KAU, KALIAN, DAN KITA SEMUA : KARTU KUNING

Tinggalkan komentar

Buku Aku, Kau, Kalian dan Kita Semua

KARTU KUNING

YUSRAN  LAPANANDA, SH.,MH.

Perasa Masalah Hukum & Sosial

Aku, kau, kalian dan kita semua hanya tahu kartu kuning merupakan instrument dalam olahraga lebih khusus instrument dalam olahraga sepakbola. Kartu kuning dalam dunia sepak bola memiliki konotasi negative. Kartu kuning merupakan peringatan kepada pemain sepakbola karena telah melakukan pelanggaran atau peraturan permaian sepakbola. Kartu kuning dikeluarkan oleh wasit dalam permainan sepak bola jika seorang pemain secara resmi telah diperingatkan karena telah melakukan pelanggaran. Dan jika seorang pemain diberi kartu kuning untuk kedua kalinya, maka dia akan dikenakan kartu merah, yang berarti dia dikeluarkan dari pertandingan dan tak bisa bermain lagi.

Dalam pertandingan sepakbola yang sering kali aku, kau, kalian dan kita semua saksikan melalui layar kaca televisi atau saksikan secara langsung pada lapangan pertandingan, terdapat hal-hal yang membuat seorang pemain sepak bola diberi kartu kuning oleh wasit, yaitu: melakukan pelanggaran dengan menyerang lawan; memegang bola dengan sengaja; memprotes wasit baik dengan perkataan atau perbuatan; diving (menjatuhkan diri sendiri); dan lain sebagainya.

Aku, kau, kalian dan kita semua, harus ketahui aturan kartu kuning dan kartu merah yang digunakan saat ini oleh FIFA maupun wasit dalam pertandingan sepakbola muncul lewat ide seorang wasit asal Inggris bernama Ken Aston pada 1967. Peraturan pemberian kartu kuning dan kartu merah pun pertama kali diuji coba pada gelaran Olimpiade 1968 serta Piala Dunia 1970. Sejak itu hingga kini, peraturan penggunaan kartu kuning dan kartu merah terus digunakan dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dunia sepak bola. Ken Aston, yang juga berprofesi sebagai guru, mengaku penemuannya soal penggunaan kartu kuning awalnya terinspirasi dari hal yang sangat sederhana, yakni lampu lalu lintas. Lampu lalu lintas yang berwarna merah, kuning, dan hijau itulah yang mengilhami Aston soal kartu kuning saat Aston berkendara di Kensington High Street, lampu lalu lintas menyala kuning tandanya hati-hati, merah tandanya harus berhenti.

Kartu kuning saat ini, di zaman now menjadi suatu fenomena, bahkan sudah menjadi trend. Trend dikalangan mahasiswa, trend dikalangan politisi, trend dikalangan pejabat/ASN, bahkan sudah menjadi trend dikalangan masyarakat umumnya. Secara umum trend kartu kuning di zaman now, diberikan oleh seseorang atau kelompok tertentu kepada pejabat publik atas kebijakan yang telah dibuat, ditetapkan dan ditempuh namun tak memberi hasil maksimal atau tak memberi hasil apa-apa untuk masyarakat. Selain itu, kebijakan yang dibuat, ditetapkan dan ditempuh oleh pejabat publik lebih merugikan pihak-pihak lainnya serta masyarakat secara umum dan hanya menguntungkan pejabat beserta konco-konconya atau kaki tangannya. Bisa jadi berkenaan dengan sikap, perilaku, tingkah laku, perbuatan hingga tindakan yang dibuat oleh pejabat publik melanggar norma-norma (agama, adat, kebiasaan, kesusilaan hingga hukum). Dan bisa saja seseorang atau kelompok tertentu menolak kebijakan publik yang akan dibuat, ditetapkan dan ditempuh oleh pejabat publik.

Aku, kau, kalian dan kita semua hanya tahu jika terdapat kebijakan publik yang dibuat, ditetapkan dan ditempuh oleh pejabat publik termasuk sikap, perilaku, tingkah laku, perbuatan hingga tindakan yang tidak berkesesuaian dengan pendapat umum, pendapat masyarakat atau pendapat sebagaian orang dipastikan akan menuai kritik, atau pendapat lainnya yang berseberangan hingga penolakan. Aku, kau, kalian dan kita semua tahu kritik, penolakan dan pendapat yang berseberangan yang disampaikan pun beragam macam cara, bisa lewat tulisan biasa, tulisan ilmiah hingga buku. Bisa melalui seni, syair lagu dan opera. Bisa lewat coretan-coretan pada media social berupa Facebook, WhatsApp Group, hingga demonstrasi atau unjuk rasa. Dan fenomena terakhir dan sudah menjadi trend zaman now adalah dengan pemberian kartu kuning hingga kartu merah kepada pejabat publik. Dengan demikian kartu kuning sudah menjadi symbol kritik, pendapat yang berseberangan hingga penolakan atas kebijakan yang dibuat, ditetapkan dan ditempuh pejabat publik.

Trend kartu kuning yang diberikan seseorang atau kelompok tertentu kepada pejabat publik adalah suatu fenomena baru dalam pemerintahan saat ini, yang harus menjadi perhatian aku, kau, kalian dan kita semua, dan jika perlu dapat dijadikan “ekspresi dan instrument” dalam perumusan setiap kebijakan. Trend kartu kuning jangan dijadikan monster yang harus dibumi hanguskan, dihabisi oleh konco-konco atau kaki tangan, orang-orang terdekat dan para pembantu para pejabat publik. Trend kartu kuning jangan jadikan sebagai penyakit kulit “alergi” bagi para pejabat konco-konco atau kaki tangan, orang-orang terdekat dan para pembantu para pejabat publik, tapi alangkah perkasanya jika para pejabat konco-konco atau kaki tangan, orang-orang terdekat dan para pembantu para pejabat publik menjadikan kartu kuning sebagai bagian dari “setting agenda” dalam perumusan kebijakan maupun perumusan kebijakan berikutnya dalam bingkai pemerintahan yang berhati-hati.(*)

Gorontalo, 10 Februari 2018

BUKU AKU, KAU, KALIAN DAN KITA SEMUA : MUSIK DAN LAGU

Tinggalkan komentar

Buku Aku, Kau, Kalian dan Kita Semua

MUSIK DAN LAGU

YUSRAN  LAPANANDA, SH.,MH.

Perasa Masalah Hukum & Sosial

Pernahkah aku, kau, kalian dan kita semua mengalami rasa senang dan bahagia, atau rasa sakit hati, kecewa, dan marah. Aku, kau, kalian dan kita semua pasti satu jawaban, ya dan ya. Aku, kau, kalian dan kita semua dibuat senang, bahagia, sakit hati, kecewa hingga marah beragam macam sebabnya. Sebab yang paling umum adalah seputar percintaan beserta rekan-rekannya.

Percintaan, mulai dari jatuh cinta, putus cinta, bercinta lagi, seterusnya hingga putus cinta lagi. Soal percintaan, jatuh cinta dan bercinta lagi tentunya membuat aku, kau, kalian dan kita semua senang dan bahagia. Soal percintaan, putus cinta dan putus cinta lagi tentunya membuat kita sakit hati, kecewa hingga marah.

Selain itu jika kita beroleh sesuatu yang menyenangkan pasti aku, kau, kalian dan kita semua merasa bahagia. Juga, jika kita beroleh sesuatu yang membahagiakan pasti aku, kau, kalian dan kita semua merasa senang. Misalnya senang beroleh rezeki, bahagia beroleh promosi jabatan, senang dan bahagia beroleh penghargaan, dan lain-lain kebahagian. Tak ketinggalan senang dan bahagia beroleh pujian atau sanjungan dari orang lain, tak peduli benar atau tidak, atau basa-basi belaka. Juga senang dan bahagia atas perolehan sesuatu yang selama ini aku, kau, kalian dan kita semua impikan dan idam-idamkan.

Aku, kau, kalian dan kita semua bisa sakit hati, kecewa dan marah ketika beroleh sesuatu yang mengecewakan, menyebalkan, tidak menyenangkan hingga membuat kita harus marah. Misalnya “diomelin” oleh atasan dimuka umum, gagal beroleh perghargaan, janji ketemu namun ditunda atau dibatalkan, staf atau karyawan terlambat atau tak masuk kerja, difitnah, staf, rekan kerja atau pimpinan kita tak disiplin waktu, dan lain sebagainya.

Apa reaksi aku, kau, kalian dan kita semua jika mengalami sesuatu yang menyenangkan dan membahagiakan, misalnya jatuh cinta atau bercinta lagi, tentunya yang terjadi adalah perubahan didalam penampilan diri. Secara umum perubahan yang terjadi pada model rambut, make up atau kosmetik, bulu alis, lipstik atau gincu, berbusana. Secara khusus jika aku, kau, kalian dan kita semua jatuh cinta atau bercinta lagi teman paling dekat adalah music dan lagu. Menyanyikan lagu-lagu bertema percintaan bagi yang suaranya diatas standard, dan bagi aku, kau, kalian dan kita semua yang suaranya dibawah standard cukup menjadi pendengar music dan lagu bertemakan percintaan. Mulai dari music dan lagu jadul, hingga music dan lagu zaman now. Mulai dari music dan lagunya kau seputih melati milik dian pramana poetra; mungkinkah terjadi milik utha likumahua dan lain sebagainya sesuai rasa dan selera aku, kau, kalian dan kita semua.

Apa reaksi aku, kau, kalian dan kita semua jika mengalami sesuatu yang menyakitkan hati, menyebalkan, memilukan, mengecewakan, misalnya cinta yang tertolak, putus cinta atau gagal dalam cinta, atau putus cinta lagi. Tentunya aku, kau, kalian dan kita semua akan mengalami selera makan menurun hingga tak mau makan lagi, tidur pun terganggu, bengkak mata akibat menangis, mudah marah, muka pucat, sendiri dalam kamar, minggat dari rumah, tatapan menerawang, hingga depresi, sakit dan badan pun tak terurus. Secara khusus jika aku, kau, kalian dan kita semua jatuh cinta atau bercinta lagi teman paling dekat adalah music dan lagu. Menyanyikan lagu-lagu bertema percintaan bagi yang suaranya diatas standard, dan bagi aku, kau, kalian dan kita semua yang suaranya dibawah standard cukup menjadi pendengar music dan lagu bertemakan percintaan. Mulai dari music dan lagu jadul, hingga music dan lagu zaman now. Mulai dari lagu hati yang luka milik betharia sonata; setangkai bunga putih milik panbers; jangan salah menilai milik tagor pangaribuan; kucoba bertahan atau kucari jalan terbaik milik pance pondaag; mengapa harus jumpa milik harry tasman; undangan palsu milik caca handika; cinta hitam milik meggi z, hingga sandiwara cinta milik repvblik; asal kau bahagia milik armada dan lain sebagainya sesuai selera aku, kau, kalian dan kita semua.

Begitu juga, jika kita mengalami masalah/persoalan, atau ada sesuatu yang aku, kau, kalian dan kita semua tidak sukai atau tidak inginkan sehingga membuat kita kecewa dan marah. Memberontak, menolak hingga menghindar terungkap melalui syair, lirik, music dan lagu. Ungkapan pun dapat dinilai dari music dan lagu yang dilantunkan atau didengar oleh aku, kau, kalian dan kita semua. Mulai dari lagu hargai aku milik armada; kemesraan milik iwan fals; hio, bento, bongkar, tikus-tikus kantor milik swami, dan lain-lain sesuai dengan gejolak jiwa aku, kau, kalian dan kita semua.

Musik dan lagu sepertinya menjadi alternative dalam menemani aku, kau, kalian dan kita semua jika dalam keadaan dan kondisi senang dan bahagia, jika dalam keadaan dan kondisi sakit hati, dan kecewa. Ternyata aku, kau, kalian dan kita semua bisa menilai seseorang dalam keadaan dan kondisi senang dan bahagia, senang dan kecewa hingga marah dari lirik lagu dan music. Tak peduli aliran musiknya apa, instrumentalia, dangdut, pop, reggae hingga rock.(*)

Limboto, 3 Januari 2018

Older Entries

%d blogger menyukai ini: