Buku Aku, Kau, Kalian dan Kita Semua

SHIVA, INSPEKTUR LADDU SINGH DAN PENJAHAT

YUSRAN  LAPANANDA, SH.,MH.

Perasa Masalah Hukum & Sosial

Sejak 2017 hingga saat ini, anak-anak serta aku, kau, kalian dan kita semua dihebohkan dengan film kartun atau film animasi dari India, “Shiva, si bocah ajaib” yang menghiasi dan ditayangkan oleh televisi swasta nasional, “ANTV”. Ya, “Shiva” adalah serial TV aksi animasi India yang sebelumnya ditayangkan di Nickelodeon. Serial yang diproduksi oleh Cosmos-Maya dan Viacom18, adalah salah satu acara TV dengan nilai rating tertinggi di India. Acara ini juga populer di Bangladesh dan banyak negara-negara di Asia, termasuk di Indonesia.

Mengapa, hingga Shiva disebut si bocah ajaib?, Ini tak lain dan tak bukan karena kemampuan si bocah Shiva dalam menumpas kejahatan dan menegakkan kebenaran. Si bocah kecil Shiva memiliki kemampuan luar biasa sebagai detektif dan mengejar musuh. Selain itu, Shiva memiliki kemampuan beladiri yang mumpuni. Juga, Shiva memiliki berbagai macam alat dalam menunjang kemampuannya sebagai detektif. Shiva adalah anak kecil yang selalu menumpas kejahatan, dan Shiva memiliki beribu cara untuk menaklukkan penjahat. Selain pandai dalam hal strategi, Shiva memiliki ketrampilan dalam mencegah para penjahat yang ingin menguasai Kota Vedas. Salah satu senjata andalanya adalah sepedanya yang super ajaib. Spesifikasi sepedanya begitu luar biasa, banyak tombol yang sangat canggih, dapat berjalan di air/sungai dan terbang di udara. Jam tangannya pun canggih, semacam lebah elektronik (kamera) yang bisa dijadikan CCTV, dan masih banyak lagi kecanggihan yang sangat luar biasa dari sepeda itu. Pokoknya, sepeda Shiva mampu terbang, berlari kencang serta dilengkapi dengan berbagai macam kelebihan yang digunakan Shiva dalam menumpas kejahatan.

Shiva, anak kecil yang tinggal bersama kakek dan neneknya di sebuah kota fiksi bernama Kota Vedas di India. Kota Vedas, sebuah kawasan yang indah dan dipenuhi dengan berbagi macam kesejukan, karena indah/sejuk dan memiliki nilai ekonomis tinggi, maka banyak penjahat yang ingin mendapatkan uang dengan cara-cara yang jahat. Kota Vedas banyak dihuni oleh para penjahat. Walau dirinya masih kecil, Shiva sudah menjadi superhero yang banyak mengalahkan penjahat yang ingin menghancurkan kenyamanan, ketentraman, keamanan dan kedamaian di kotanya. Shiva menghadapi banyak penjahat yang mencoba menyakiti atau merusak kenyamanan, ketentraman, keamanan dan kedamaian setiap orang dan harta benda di Kota Vedas. Untung di Kota Vedas selain ada Shiva, ada juga Pak Polisi yang sangat sigap, yaitu Inspektur Lattu Singh atau Laddu Singh. Inspektur Laddu Singh sangat gagah, namun lucu, dan kadang bertindak ceroboh serta kekanak-kanakan dalam bertindak dan mengambil keputusan. Tak jarang Inspektur Laddu Singh, menjadi sasaran penjahat. Ketika Inspektur Laddu Singh tak bisa menyelesaikan masalah, maka tanpa malu-malu dan tanpa melihat pangkat dan jabatannya, Pak Polisi Laddu Singh memanggil atau meminta dukungan atau bantuan dari Shiva si bocah ajaib, dan ketika Shiva sudah turun tangan, maka permasalahan akan segera beres.

Dalam film kartun/animasi ini, Shiva adalah tokoh utamanya, selain Pak Laddu Singh sebagai Inspektur Polisi, Selain itu, terdapat beberapa peran lainnya, serta Reva, Adit dan Uday sebagai sahabat karib dari Shiva. Reva adalah cewek cantik yang cerdas, dia kerap menjadi navigator Shiva dalam membasmi kejahatan. Reva sangat cekatan dan dia juga memiliki kemampuan analisa yang sangat kuat dan dia adalah tokoh yang kerap membantu Shiva menyelesaikan masalah.  Adit adalah teman dari Shiva, dia kadang bertingkah sok detektif dan memiliki akal yang cemerlang, namun dia tak pernah melakukan apa yang ia pikirkan. Uday adalah teman dari Shiva, dia memiliki tubuh yang gendut, namun dia memiliki jiwa petarung yang hebat, dia juga memiliki semangat pantang menyerah. Meskipun penampilanya culun, tetapi dia cerdas. Jelaram atau Celaram. Dia adalah ajudan dari Inspektur Laddu Singh, dia memiliki kumis yang tebal, dia juga yang membuat suasana cerita kartun/animasi ini jadi hidup, dengan joke-joke yang dia lontarkan kepada Inspektur Laddu Singh. Ajudan Jelaram bersama Inspektur Ladu Singh saling bahu-membahu menegakkan hukum yang tak kunjung tegak, membasmi kejahatan dan menciptakan kenyamanan, keamanan, ketentraman, dan kedamaian di Kota Vedas.

Selama aku, kau, kalian dan kita semua menyaksikan film kartun/animasi Shiva terdengar ucapan-ucapan Shiva, “Jangan panggil aku anak kecil paman, aku Shiva. Namaku adalah Shiva”, disaat Shiva berhadapan dengan para penjahat dalam membasmi kejahatan. Ucapan-ucapan ini menjadi jargon pula dikalangan anak-anak. Ucapan-ucapan ini mendekatkan tokoh Shiva si bocah ajaib dengan anak-anak. Shiva, sekarang ini menjadi idola bagi anak-anak dan menjadi trend bagi anak anak.

Banyak hal yang bisa kita ambil dari film kartun/animasi Shiva walaupun hanyalah film anak-anak, akan tetapi tak ada salahnya banyak hal yang memberi inspirasi bagi aku, kau, kalian dan kita semua, baik dari karakter dan peran Shiva, Inspektur Laddu Singh serta penjahat dan kejahatan. Shiva adalah si bocah ajaib yang mendukung dan membantu pemerintah setempat atas tugas-tugas Polisi India dalam membasmi kejahatan tanpa pamrih, tanpa tendensi pada jabatan/kekuasaan di pemerintahan termasuk menjadi legislator; tanpa berharap uang, barang maupun fasiltas lainnya seperti mobil, proyek-proyek hingga fee; dan tanpa kepentingan atas eksistensi diri kepada pimpinan maupun penguasa serta alam semesta. Shiva adalaha pembuat cahaya dalam kegelapan, sedangkan para penjahat adalah pembuat kegelapan dalam cahaya.(*)

Jakarta, 8 Mei 2018

Iklan