Buku Aku, Kau, Kalian dan Kita Semua

INTERNET

YUSRAN  LAPANANDA, SH.,MH.

Perasa Masalah Hukum & Sosial

Saat ini internet atau WiFi (Wireless Fidelity) atau hotspot (area bersinyal atau tempat-tempat tertentu (biasanya tempat umum) yang memiliki layanan internet) sudah menjadi kebutuhan aku, kau, kalian dan kita semua. Internet sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat dunia. Kebutuhan internet tak mengenal ruang, waktu dan tempat. Internat sudah menjadi kebutuhan masyarakat perkotaan maupun pedesaan, masyarakat ditepian laut atau ditepian danau, masyarakat yang berada digunung-gunung, masyarakat yang berada dilembah-lembah, masyarakat dalam ruangan ber AC maupun masyarakat yang berada pada kawasan berdebu.

Aku, kau, kalian dan kita semua menyadari, kebutuhan internat tak memilih usia, usia remaja, usia tua maupun muda, kakek dan nenek, si bocah pun butuh internet guna mendownload berbagai macam aplikasi game. Kebutuhan internet tak membatasi jenis kelamin, laki maupun wanita hingga si bencong pun butuh internet. Kebutuhan internet tak mengenal strata pendidikan, dari anak-anak PAUD, TK, SD, SLTP, SLTA, mahasiswa hingga sarjana skripsi, sarjana tesis dan sarjana disertasi. Kebutuhan intenet tak membatasi jenis profesi, mulai dari kuli bangunan, kuli tinta, guru, aktivis, pedagang, sopir, tukang bentor, petani, pelaut, buruh bagasi, pengusaha, karyawan swasta, pejabat, ASN, dan lain-lain profesi.

Pengunaan internet pun beragam macam pemakaiannya. Untuk pemakaian whatsapp group maupun whatsapp perorangan. Untuk pemakaian mengupload maupun mendonwload informasi atau data. Untuk penggunaan email, facebook, instagram dan lain-lain pemakaian maupun penggunaan dalam dunia maya.

Jika aku, kau, kalian dan kita semua berkunjung ke restoran, rumah makan, kedai, hingga rumah kopi sepertinya internet sudah menjadi paket menu makanan dan minuman. Internet sudah menjadi bagian dari layanan pada usaha dagang. Internet sudah menjadi bagian dari menu layanan pada kantor-kantor publik, kantor-kantor pemerintahan, termasuk kantor-kantor pemerintahan daerah atau perangkat daerah.

Tak heran saat ini internet sudah menjadi bagian dari program atau kegiatan dari perusahaan-perusahaan, usaha dagang, pemerintah daerah atau perangkat daerah. Internet sudah menjadi kebutuhan sebagaimana kebutuhan air rumah tangga maupun perkantoran, sudah menjadi kebutuhan sebagaimana kebutuhan listrik pada rumah tangga maupun perkantoran, tak heran perusahan-perusahaan, usaha dagang, kantor-kantor pemerintah daerah atau perangkat daerah menganggarkan dan mengadakannya melalui anggaran perusahaan, anggaran usaha-usaha dagang, hingga APBD. Dalam APBD setiap tahun anggaran belanja internet turut menghiasi DPA perangkat daerah. Anggaran pun tersedia setiap periodisasi tahun masehi mulai 1 Januari hingga 31 Desember.

Aku, kau, kalian dan kita semua tahu sama tahu internet di restoran, rumah makan, kedai, hingga rumah kopi dapat dijangkau dan terjangkau oleh pelanggan saat aku, kau, kalian dan kita semua sementara duduk menunggu sajian menu makanan atau usai makan dan minum sajian. Kepuasan pelanggan pun terpenuhi dan terhempaskan. Aku, kau, kalian dan kita semua tak pernah bertanya berapa biaya pemasangan internet dan tak pernah bertanya berapa biaya perbulan atas penggunaan internet. Aku, kau, kalian dan kita semua hanya tahu kita telah terpuaskan oleh rasa dan rasa terhempaskan dengan ketersediaan internet.

Aku, kau, kalian dan kita semua tahu sama tahu internat dilingkungan pemerintahah daerah atau perangkat daerah isyunya bukan hanya pada pengadaan dan penganggarannya namun hingga pada bahan atau materi laporan pertanggungjawaban. Tapi yang pasti aku, kau, kalian dan kita semua pernah dibuat sebal, kesal, mendongkol hingga kecewa oleh ketiadaan internet pada kantor-kantor pemerintahan atau perangkat daerah. Dibuat sebal, kesal, mendongkol hingga kecewa atas keberadaan akses internet yang putus-putus, ngadat, macet hingga tak berfungsi. Internet sepertinya tak terjangkau atau tak dapat diakses oleh aku, kau, kalian dan kita semua, jika berada dalam lingkungan perkantoran pemerintahan, pemerintah daerah, perangkat daerah.

Aku, kau, kalian dan kita semua menduga keberadaan internet atau WiFi atau hotspot adalah bagian dari layanan publik dan menjadi parameter pemerintah daerah atau perangkat daerah yang berkinerja tinggi. Aku, kau, kalian dan kita semua, tak pernah tahu apakah anggaran belanja internet atau WiFi atau hotspot dibelanjakan sesuai peruntukkanya?. Atau adakah evaluasi yang dilakukan atas aktifnya internet?. Aku, kau, kalian dan kita semua tak butuh jawaban reaktif. Aku, kau, kalian dan kita semua hanya butuh internet atau WiFi atau hotspot yang dapat diakses dengan mudah, murah dan meriah.(*)

Limboto, 2 Januari 2018

Iklan