Serial: Catatan Pojok

PEMANFAATAN BARANG MILIK DAERAH (BAGIAN 4) “TENDER, SELEKSI LANGSUNG DAN PENUNJUKAN LANGSUNG”

YUSRAN  LAPANANDA, SH. MH.
Kepala  Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan & Aset Daerah Kabupaten Gorontalo

penunjukan-langusungTender Gagal dan Tender Ulang.

Panitia pemilihan menyatakan tender gagal apabila: a. tidak terdapat peserta calon mitra yang lulus kualifikasi; b. ditemukan bukti/indikasi terjadi persaingan tidak sehat; c. dokumen pemilihan tidak sesuai dengan persyaratan yang diatur di dalam peraturan perundang-undangan; atau d. calon mitra mengundurkan diri. Jika terjadi tender gagal, tidak diberikan ganti rugi kepada peserta calon mitra.

Panitia pemilihan menyatakan tender ulang apabila: a. Tender dinyatakan gagal; atau b. peserta calon mitra yang mengikuti Tender kurang dari 3 (tiga) peserta. Terhadap tender yang dinyatakan panitia pemilihan sebagai tender ulang, panitia pemilihan segera melakukan pengumuman ulang di media massa nasional dan website pemerintah daerah. Dalam hal tender ulang terdapat paling sedikit 3 (tiga) peserta calon mitra, proses dilanjutkan dengan mekanisme tender.

Seleksi Langsung.

Dalam hal setelah dilakukan pengumuman ulang oleh karena terjadinya tender ulang dan tender gagal, dan peserta calon mitra yang mengikuti tender ulang terdiri atas 2 (dua) peserta, maka panitia pemilihan menyatakan tender ulang gagal dan selanjutnya melakukan seleksi langsung.

Seleksi langsung dilakukan dengan 2 (dua) calon mitra yang mengikuti tender ulang. Tahapan seleksi langsung terdiri atas: a. pembukaan dokumen penawaran; b. negosiasi; dan c. pengusulan calon mitra kepada Pengelola Barang/Pengguna Barang. Proses dalam tahapan seleksi langsung dilakukan seperti halnya proses dan tahapan tender yang meliputi: a. pengumuman; b. pengambilan dokumen pemilihan; c. pemasukan dokumen penawaran; d. pembukaan dokumen penawaran; e. penelitian kualifikasi; f. pemanggilan peserta calon mitra; g. pelaksanaan tender; dan h. pengusulan calon mitra.

Negosiasi dilakukan terhadap teknis pelaksanaan pemanfaatan dan konsep materi perjanjian. Selain hal negosiasi, untuk pemanfaatan BGS/BSG, negosiasi juga dilakukan terhadap porsi bagian pemerintah daerah dari objek BGS/BSG yang dilakukan pemanfaatan. Ketentuan umum pelaksanaan KSP atau BGS/BSG, termasuk perubahan yang mengakibatkan penurunan kontribusi tetap dan pembagian keuntungan untuk pemanfaatan KSP atau kontribusi tahunan untuk pemanfaatan BGS/BSG dilarang untuk dinegosiasikan. Segala sesuatu yang dibicarakan dalam forum negosiasi dan hasil negosiasi dituangkan dalam berita acara negosiasi yang ditandatangani oleh panitia pemilihan dan peserta calon mitra.

Panitia pemilihan melakukan penelitian terhadap berita acara negosiasi melalui cara perbandingan antara hasil negosiasi masing-masing peserta calon mitra. Panitia pemilihan menyampaikan usulan peserta calon mitra dengan hasil negosiasi terbaik kepada Pengelola Barang/Pengguna Barang untuk dapat ditetapkan sebagai mitra pemanfaatan. Usulan dari panitia pemilihan disertai dengan dasar pertimbangan dan melampirkan dokumen pemilihan.

Penunjukan Langsung.

Dalam hal setelah dilakukan pengumuman ulang oleh karena terjadinya tender ulang dan tender gagal, dan peserta calon mitra yang mengajukan penawaran hanya terdiri atas 1 (satu) peserta, maka panitia pemilihan menyatakan tender ulang gagal dan selanjutnya melakukan penunjukan langsung.

Penunjukan langsung dilakukan terhadap 1 (satu) calon mitra yang mengikuti tender ulang. Proses dan tahapan seleksi langsung hingga negosiasi dan usulan peserta calon dan hasil negosiasi berlaku mutatis mutandis terhadap proses dalam tahapan penunjukan langsung.

Tahapan penunjukan langsung dan proses dalam tahapan penunjukan langsung, berlaku mutatis mutandis terhadap penunjukan langsung pada KSP atas barang milik daerah yang bersifat khusus.

Disimpulkan, pemilihan dan penetapan mitra pemanfaatan atas pemanfaatan barang milik daerah dalam bentuk KSP (kerja sama pemanfaatan), BGS/BSG (bangun guna serah/bangun serah guna)dan KSPI (kerja sama pemanfaatan insfrastruktur) dilakukan melalui tender. Tender  dilaksanakan sepanjang terdapat paling sedikit 3 (tiga) peserta calon mitra yang memasukkan penawaran. Jika terjadi tender gagal (tidak terdapat peserta calon mitra yang lulus kualifikasi, ditemukan bukti/indikasi terjadi persaingan tidak sehat, dokumen pemilihan tidak sesuai dengan persyaratan yang diatur di dalam peraturan perundang-undangan, atau calon mitra mengundurkan diri) dilakukan tender ulang. Dalam hal tender ulang hanya diikuti oleh paling sedikit 2 (dua) peserta, maka panitia pemilihan menyatakan tender ulang gagal dan selanjutnya melakukan seleksi langsung. Dalam hal tender ulang hanya diikuti oleh paling sedikit 1 (satu) peserta, maka panitia pemilihan menyatakan tender ulang gagal dan selanjutnya melakukan penunjukan langsung.(*)

(Bersambung)

Iklan