Catatan Pojok

YUSRAN LAPANANDA, SH. MH
Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan & Aset Daerah Kabupaten Gorontalo.

barang dan jasa desa 2

Catatan ini merupakan lanjutan dari “Pengadaan Barang/Jasa di Desa”, yang terakhir membahas mengenai pengadaan barang/jasa di desa melalui swakelola., berikut ini lanjutannya.

2. Pengadaan Barang/Jasa di Desa Melalui Penyedia Barang/Jasa.

Pengadaan Barang/Jasa melalui Penyedia Barang/Jasa dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan barang/jasa dalam rangka mendukung pelaksanaan Swakelola maupun memenuhi kebutuhan barang/jasa secara langsung di Desa.

Contoh kebutuhan barang/jasa dalam rangka mendukung pelaksanaan Swakelola antara lain: pembelian material pada swakelola pembangunan jembatan desa; sewa peralatan untuk swakelola pembangunan balai desa; penyediaan tukang batu dan tukang kayu untuk swakelola pembangunan Posyandu; dan sebagainya.

Contoh kebutuhan barang/jasa secara langsung di Desa antara lain: pembelian komputer, printer, dan kertas; langganan internet; pembelian meja, kursi, dan alat kantor; dan sebagainya.

Penyedia Barang/Jasa yang dianggap mampu dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa harus memenuhi persyaratan memiliki tempat/lokasi usaha, kecuali untuk tukang batu, tukang kayu, dan sejenisnya. Selain itu, penyedia Barang/Jasa untuk pekerjaan konstruksi, mampu menyediakan tenaga ahli dan/atau peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan.

a. Rencana Pelaksanaan oleh Penyedia Barang Jasa.

TPK (Tim Pengelola Kegiatan) menyusun rencana pelaksanaan pengadaan meliputi: 1). Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan data harga pasar setempat atau harga pasar terdekat dari desa tersebut; 2). Dalam penyusunan RAB dapat memperhitungkan ongkos kirim atau ongkos pengambilan atas barang/jasa yang akan diadakan; 3). Spesifikasi teknis barang/jasa (apabila diperlukan). Contoh: kapasitas mesin (cc) dan transmisi (automatic atau manual) untuk kendaraan roda 2 (dua); kapasitas memori dan kecepatan prosesor (RAM) computer; Bandwidth (kecepatan transfer data) untuk langganan internet; Dimensi, jenis, dan kualitas material untuk pembangunan gelanggang olah raga; dan sebagainya; 4). Khusus untuk pekerjaan konstruksi, disertai gambar rencana kerja (apabila diperlukan).

b. Pelaksanaan oleh Penyedia Barang Jasa.

Besaran nilai dalam pelaksanaan pengadaan Barang/Jasa oleh penyedia barang/jasa yaitu: 1). Pengadaan Barang/Jasa dengan nilai sampai dengan Rp 50.000.000, (lima puluh juta rupiah): a). TPK (Tim Pengelola Kegiatan) membeli barang/jasa kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa; b). Pembelian sebagaimana dimaksud pada angka 1), dilakukan tanpa permintaan penawaran tertulis dari TPK dan tanpa penawaran tertulis dari Penyedia Barang/Jasa; c) TPK melakukan negosiasi (tawar-menawar) dengan Penyedia Barang/Jasa untuk memperoleh harga yang lebih murah; d). Penyedia Barang/Jasa memberikan bukti transaksi berupa nota, faktur pembelian, atau kuitansi untuk dan atas nama TPK.

2). Pengadaan Barang/Jasa dengan nilai di atas Rp 50.000.000, (lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah): a). TPK membeli barang/jasa kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa; b). Pembelian /jasa kepada 1 (satu) Penyedia Barang/Jasa, dilakukan TPK dengan cara meminta penawaran secara tertulis dari Penyedia Barang/Jasa dengan dilampiri daftar barang/jasa (rincian barang/jasa atau ruang lingkup pekerjaan, volume, dan satuan); c). Penyedia Barang/Jasa menyampaikan penawaran tertulis yang berisi daftar barang/jasa (rincian barang/jasa atau ruang lingkup pekerjaan, volume, dan satuan) dan harga; d). TPK melakukan negosiasi (tawar-menawar) dengan Penyedia Barang/Jasa untuk memperoleh harga yang lebih murah; e). Penyedia Barang/Jasa memberikan bukti transaksi berupa nota, faktur pembelian, atau kuitansi untuk dan atas nama TPK.

(Bersambung)