Catatan Pojok

YUSRAN LAPANANDA, SH. MH.
Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan & Aset Daerah Kabupaten Gorontalo.

Dokumen-Penawaran barang dan jasa

Catatan ini merupakan lanjutan dari “Pengadaan Barang/Jasa di Desa”, yang terakhir membahas mengenai tata nilai pengadaan barang/jasa di desa, berikut ini lanjutannya.

1. Pengadaan Barang/Jasa di Desa Melalui Swakelola.

Pelaksanaan Swakelola oleh TPK (Tim Pengelola Kegiatan) adalah tim yang ditetapkan oleh Kepala Desa dengan Surat Keputusan, terdiri dari unsur Pemerintah Desa dan unsur lembaga kemasyarakatan desa) untuk melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, pengawasan, penyerahan, pelaporan, dan pertanggungjawaban hasil pekerjaan. Khusus untuk pekerjaan konstruksi tidak sederhana, yaitu pekerjaan konstruksi yang membutuhkan tenaga ahli dan/atau peralatan berat, tidak dapat dilaksanakan cara Swakelola.

a. Rencana Pelaksanaan Swakelola.

Rencana Pelaksanaan Swakelola meliputi: jadwal pelaksanaan pekerjaan; rencana penggunaan tenaga kerja, kebutuhan bahan, dan peralatan; gambar rencana kerja (untuk pekerjaan konstruksi); spesifikasi teknis (apabila diperlukan); dan perkiraan biaya (Rencana Anggaran Biaya/RAB).

b. Pelaksanaan Swakelola.

Swakelola dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut: 1). Pelaksanaan Swakelola dilakukan berdasarkan rencana pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa melalui swakelola; 2). Kebutuhan barang/jasa termasuk di dalamnya bahan/material untuk mendukung kegiatan swakelola yang tidak dapat disediakan dengan cara swadaya, dilakukan oleh Penyedia Barang/Jasa yang dianggap mampu oleh TPK (Tim Pengelola Kegiatan); 3). Khusus untuk pekerjaan konstruksi: a). Ditunjuk satu orang penanggung jawab teknis pelaksanaan pekerjaan dari anggota TPK (Tim Pengelola Kegiatan) yang dianggap mampu atau mengetahui teknis kegiatan/pekerjaan; b). Dapat dibantu oleh personil yang ditunjuk dari dinas teknis terkait; dan/atau c). Dapat dibantu oleh pekerja (tenaga tukang dan/atau mandor); 4). Tata cara Pengadaan Barang/Jasa dalam rangka mendukung kegiatan Swakelola sebagaimana diatur lebih lanjut dalam pengadaan barang/jasa melalui penyedia barang/jasa.

2. Pengadaan Barang/Jasa di Desa Melalui Penyedia Barang/Jasa.

Pengadaan Barang/Jasa melalui Penyedia Barang/Jasa dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan barang/jasa dalam rangka mendukung pelaksanaan Swakelola maupun memenuhi kebutuhan barang/jasa secara langsung di Desa.

Contoh kebutuhan barang/jasa dalam rangka mendukung pelaksanaan Swakelola antara lain: pembelian material pada swakelola pembangunan jembatan desa; sewa peralatan untuk swakelola pembangunan balai desa; penyediaan tukang batu dan tukang kayu untuk swakelola pembangunan Posyandu; dan sebagainya.

Contoh kebutuhan barang/jasa secara langsung di Desa antara lain: pembelian komputer, printer, dan kertas; langganan internet; pembelian meja, kursi, dan alat kantor; dan sebagainya.

Penyedia Barang/Jasa yang dianggap mampu dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa harus memenuhi persyaratan memiliki tempat/lokasi usaha, kecuali untuk tukang batu, tukang kayu, dan sejenisnya. Selain itu, penyedia Barang/Jasa untuk pekerjaan konstruksi, mampu menyediakan tenaga ahli dan/atau peralatan yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan.

(Bersambung)