PUISI

KEPEMIMPINAN DALAM BIROKRASI, DI INDONESIAKU KEMARIN, KINI DAN ESOK
YUSRAN LAPANANDA, SH., MH.

Siluet Sholat

Kemarin……….
Kehidupan kita penuh tawa dan canda,
walaupun itu karena keterpaksaan kekuasaan
dengan simbol loyalitas dan nyamannya jabatan……..
walaupun sedikit munafik dan kepura-puraan

Kini……….
Kehidupan kita penuh caci dan maki,
yang didorong oleh ambisi, harta, sanjungan, pencarian eksistensi diri,
dan keterpaksaan untuk pembuatan sejarah……….
walapun memuakkan dan memalukan

Kemarin……….
Kehidupan kita dihiasi dengan nilai-nilai moral dan menjunjung nilai-nilai agama
demi meraih simpati penguasa dan bertahan pada jabatan dengan berpijak
pada kebenaran semu…….
walaupun sedikit bermuka dua dan mengorbankan harga diri

Kini……….
Kehidupan kita setelah dikukuhkan oleh nilai-nilai moral dan agama yang sempurna
malahan kita jadi pendusta dengan ornamen fitnah, kemunafikan, kecemburuan, bermuka dua dan pemufakatan jahat demi cita-cita dan ambisi suatu jabatan tertentu………
walaupun dengan intrik tersembunyi sedikit balas dendam

Kemarin……….
Kehidupan kita bagaikan taman yang sejuk nan luas seluas ambisi memperkaya diri sendiri………..,
Kehidupan kita bagaikan pegunungan yang tinggi setinggi ambisi kehidupan untuk mengejar jabatan orang lain……….,
Sesekali terdengar kicauan burung-burung seperti kicauan mereka yang bermuka dua………, Terasa tiupan angin sepoi-sepoi seperti hembusan cerita fitnah yang mulai merambah dan terasa diantara mereka………,
Terlihat dan terasa mentari dan rembulan bersahaja dan bersahabat…………seperti kecemburuan yang dibalut dengan persahabatan……….
Terlihat air jernih mengalir melintasi sungai, sejernih ide dan pikiran mereka-mereka yang tak berdosa………

Kini……….
Kehidupan kita dihuni dan dikelilingi oleh para pencari muka, para pemburu harta karun, para penghianat, para pendusta, para pengingkar kebenaran, para pengingkar nilai-nilai moral, penculik kekuasaan, para pencari jabatan, para ahli fitnah, pemburu eksistensi diri, mereka bermuka dua dengan kepura-puraan, penikmat kecemburuan, para ambisius…….bahkan para ahli nuzum………

Kemarin……….dan kini…………..
Kehidupan kita butuh……….
Kepemimipinan yang pelindung dan mengayomi……….
Kepemimipinan yang pemutus kebenaran dan pemutus berkeadilan……….
Kepemimipinan yang kharismatis……….
Kepemimpinan yang bukan pencetus dan membiarkan konflik……….
Kepemimpinan yang bukan ambisius pada pencitraan………
Kepemimpinan yang bukan pemutus ketidakpastian………
Kepemimpinan yang bukan penumpuk harta karun………

Esok………
Kehidupan kita………tak tahu arahnya……dan penuh goncangan……….
sepanjang ambisi (orang dan kelompok), fitnah, cari muka, kecemburuan, kemunafikan, dusta, tinggalkan nilai-nilai moral dan agama, yang didahulukan dan diisitimewakan……..
Entahlah……..

Refleksi Penggantian Waktu