Catatan Di akhir Kerja

YUSRAN LAPANANDA, SH. MH.
Pecandu Imajiner

milan vs madrid

Sudah beberapa minggu terakhir ini Onny benar-benar dibuat gerah oleh perbuatan dan perilaku pejabat ini. Diawali dengan undangan kepada semua pimpinan SKPD dan staf untuk pelaksanaan car free day di minggu pagi itu. Beberapa staf dan pimpinan SKPD pun benar-benar dibuatnya kecewa. Ternyata antara undangan untuk pelaksanaan car free day dan kenyataan yang ada jauh berbeda. Pelaksanaan car free day khususnya untuk pelaksanaan senam bersama batal dilaksanakan dikarenakan sound system tidak tersedia, sang pimpinan SKPD penanggung jawabnya pun tak terlihat, malahan ketika dihubungi handphone tak aktif alias mati, informasi yang diterima sang penanggung jawab kegiatan car free day malahan tak datang, cerita Onny mengawali keluhannya.

Selang minggu berikutnya, tempat pelaksanaan car free day (senam) pun dialihkan ke salah satu tempat yang jauh dari pusat kota (kaki menara keagungan). Praktis tempat car free day kosong melompong alias tanpa aktivitas apapun, kecuali para penjualan makanan pagi lepas ala car free day, yang benar-benar kecewa bercampur sedih dagangan jualan tak habis terjual. Alasan pemindahan tempat pelaksanaan car free day pun tak bisa diterima oleh akal sehat karena turut meramaikan kegiatan organisasi lainnya. “Semestinya, tempat awal pelaksanaan car free day jangan dikosongkan, tetap ada dengan membagi pegawai lainnya, sehingga para penjual dagangan makanan pagi tak dirugikan,” kutip Onny dari pernyataan beberapa Onny lainnya.

Beberapa saat minggu berikutnya, suasana pelaksanaan car free day (senam) pun mulai terlihat ramainya. Cek for cek …….. ternyata akibat kehadiran pimpinan daerah tertinggi yang baru. Pimpinan tertinggi daerah pun terlihat hadir bersama dalam pelaksanaan car free day (senam). “Biasa sebagai ajang perkenalan bagi pimpinan baru supaya terkesan peduli terhadap kegiatan pemerintahan khususnya bidang keolahragaan,” sela Onny.

Namun kini Onny pun kembali dibuat gerah. Sudah beberapa pekan terakhir ini pelaksanaan car free day (senam) benar-benar sudah dipindahkan ke tempat lainnya dari kaki menara keagungan ke sport center. Para penjual makanan pagi pun dibuat kecewa dan sedih. “Sudah beberapa pekan ini, kami benar-benar dibuat rugi dengan dipindahkannya pelaksanaan car free day (senam). Dagangan kami tak habis terjual, dulu dimasa pimpinan daerah tertinggi yang lama dengan fokus pelaksanaan car free day di tempat ini, dagangan kami banyak terjual,” kutip Onny dari pernyataan beberapa Onny lainnya.

Pemindahan tempat pelaksanaan car free day dari kaki menara keagungan ke sport center meninggalkan kekecewaan Onny-Onny lainnya. Katakanlah, bagi masyarakat umumnya yang biasanya menggunakan lintasan jalan untuk jalan sehat tak ada ruang lagi bagi mereka. Lintasan jalan sport center sudah dipakai oleh para ASN yang sangat terpaksa untuk ikut senam karena dimobilisasi secara paksa, termasuk para siswa-siswi terdekat yang secara paksa dimobilisasi untuk ikut senam. Kecewa benar-benar kecewa atas perbuatan yang telah diambil oleh para penanggung jawab car free day.

Memang masih terlihat beberapa masyarakat pencinta jalan sehat beraktivitas melakukan kebiasan mereka untuk jalan sehat di lintasan jalan sport center namun, putarannya tak sesempurna putaran jalan lintasan yang ada, pejalan sehat lebih memilih bolak-balik pada lintasan jalan yang tidak dipakai oleh para pesenam yang dipaksa untuk bersenam.

Belum lagi, Onny-Onny pada Dinas DPPKAD yang rutin pada setiap minggu berolahraga sepakbola yang model dan kostum bertanding ala Liga Champion benar-benar dibuat kecewa. Lapangan sepakbola sport center turut dikapling oleh para pesenam-pesenam yang dipaksa untuk bersenam. Sehingga lapangan sepak bola sport center benar-benar tak bisa digunakan sama sekali oleh Onny-Onny pada Dinas DPPKAD untuk bersepakbola. Sehingga untuk menjaga kesinambungan olahraga pilihan dan favorit Onny-Onny pada Dinas DPPKAD yakni sepakbola harus tergusur kembali ke lapangan sepakbola halaman kantor bupati tempat sebelumnya mereka digusur secara damai dengan dalih akan ada eksebisi sepakbola Sekretariat Daerah dengan salah satu organisasi dari daerah lain. “Sepertinya penanggung jawab car free day ingin mematikan pelaksanaan car free day ala SKPD DPPKAD sepakbola, selamanya,” sela Onny dengan mata tajam berwarna hijau ketika HULK dirasuki amarah.

Dengan kondisi penggusuran dan penghilangan olahraga pilihan dan favorit Onny-Onny pada Dinas DPPKAD yakni sepakbola secara sistematis, oleh mereka-mereka semuanya itu, sepertinya Onny-Onny pada Dinas DPPKAD mengambil langkah antisipatif, dan telah bersepakat untuk tidak lagi ikut car free day pada hari Minggu pagi. Karena sudah dikecewakan oleh para penanggung jawab car free day, seperti rasa kecewanya para pedagang makanan pagi di seputaran menara keangungan, dan rasa kecewanya para pejalan sehat pada lintasan jalan sport center yang tempat jalan mereka diinvasi secara paksa oleh mereka-mereka yang dipaksa untuk bersenam. Kesepakatan Onny-Onny pada Dinas DPPKAD pun lahir dengan memindahkan olahraga mingguan “kekinian” ASN pada hari Minggu pagi, menjadi olahraga yang “dulu” pada Jumat pagi.

Sepertinya Onny-Onny pada Dinas DPPKAD sudah bersepakat untuk tidak lagi ikut car free day pada hari minggu pagi. Karena sudah dikecewakan oleh para penanggung jawab car free day, seperti rasa kecewanya para pedagang makanan pagi di seputaran menara keagungan, dan rasa kecewanya para pejalan sehat pada lintasan jalan sport center yang tempat jalan mereka diinvasi secara paksa oleh mereka-mereka yang dipaksa untuk senam. Kesepakatan Onny-Onny pada Dinas PPKAD pun lahir dengan memindahkan olahraga mingguan “kekinian” ASN pada hari minggu pagi, menjadi olahraga yang “dulu” pada jumat pagi.

Jadwal olahraga jumat pagi pun disepakati dimulai jam 06.30 wita tepat dan berakhir pada jam 08.00 pagi tepat. Dengan jenis olahraga diawali dengan senam depan kantor DPPKAD, olahraga sepakbola dan olahraga volley ball.

Kebijakan “dulu” pemindahan olahraga jumat pagi menjadi olahraga minggu pagi dengan label car free day dilandasi oleh keinginan untuk menumbuhkan kembangkan dan meningkatkan pendapatan para pedagang makanan pagi yang ikut berjualan pada hari minggu pagi. Selain itu car free day atau hari bebas kendaraan bermotor yang berkontribusi dalam pengurangan polusi udara. Tulis Drs. Safwan Bano (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga) saat itu dalam bukunya Drs. David Bobihoe Akib, M.Sc., MM. “Government Mobile”. Namun kenyataan dengan kebijakan “kini” para pedagang dibuat kecewa dan kontribusi dalam pengurangan polusi udara terabaikan.

Perubahan jadwal olahraga pagi ini dari hari minggu pagi kembali ke hari jumat pagi, selain akibat rasa kecewa yang mendalam atas perbuatan dan perilaku penanggungjawab car free day, juga ingin memberi ruang yang luas dan kesempatan kepada para ASN di lingkungan SKPD DPPKAD untuk ber-weekend secara full Sabtu dan Minggu, berlibur ria bersama keluarganya. Diringi dengan permohonan maaf yang mendalam kepada para penanggung jawab pelaksana car free day beserta simpatisannya atas keputusan kami ini. Dan atas penerimaan maafnya disampaikan terima kasih.

Selesai