foto sosialisasi probadut SKPD 1Dari Internal DPPKAD, SKPD Hingga Masyarakat

Setelah merampungkan tahapan persiapan atas perancangan hingga penyusunan materi, sarana dan prasarana pendukung proyek perubahan Pro Badut, kali ini Tim Kerja Pro Badut mulai memasuki tahapan pelaksanaan yakni mensosialisasikan slogan Pro Badut (prosedur tepat, berkas lengkap, dua jam cair, tanpa biaya/tanpa pungutan) kepada stakeholders dalam hal ini internal Dinas PPKAD selaku SKPKD (satuan kerja pengelola keuangan daerah), dan seluruh Pengelola Keuangan SKPD (satuan kerja perangkat daerah) di lingkup Pemerintah Kabupaten Gorontalo sampai masyarakat umum.

Mengawali tahapan sosialisasinya di internal Dinas PPKAD, Kepala Dinas PPKAD, Yusran Lapananda,SH., MH., selaku reformer secara gamblang menjelaskan proyek perubahan Pro Badut yang sedang digagasnya pada Diklat PIM II di Lembaga Administrasi Negara Makassar, di hadapan seluruh Pejabat eselon dan Staf dinas PPKAD.

Yusran Lapananda, SH., MH, selaku reformer memberikan pemahaman kepada seluruh staf untuk menjadikan Pro Badut sebagai slogan yang menjadi tindakan/perbuatan bagi para pengelola keuangan daerah di SKPD dan para pengelola keuangan daerah pada SKPKD (Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) terutama bagi para verifikator tagihan, dan staf administrasi pada BUD/Kuasa BUD sebagai nilai-nilai dalam menjalankan tugas dan fungsi. Slogan Pro Badut selain berisi nilai-nilai integritas, slogan Pro Badut berisi berbagai aplikasi dan SOP baik yang akan digunakan oleh para pengelola keuangan daerah pada SKPD maupun pada SKPKD di dalam melakukan proses penyiapan tagihan hingga penerbitan SP2D.

Yusran Lapananda, SH., MH, selaku reformer berharap, dengan bermodalkan slogan Pro Badut, semua staf pelaksana pada SKPKD (Dinas PPKAD) dapat memberikan pelayanan terbaik, khususnya para bendahara pengeluaran sekaligus pengelola keuangan lainnya (Pengurus Barang, PPK, PPTK, dan Pengguna Anggaran) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo atau SKPD.

Dalam sosialisasi ini, Yusran Lapananda, SH., MH, selaku reformer mengatakan bahwa kesuksesan implementasi slogan Pro Badut yang diimplementasikan menjadi tindakan/perbuatan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi yang sangat sarat dengan nilai-nilai integritas ini diharapkan dapat membentuk karakter para pengelola keuangan daerah yang berintegritas, guna meraih kepercayaan dari Pegawai Negeri Sipil, hingga masyarakat luas, sehingga akan terbangun organisasi yang berkinerja tinggi.

Sosialisasi Pro Badut selain dilaksanakan secara langsung kepada internal PNS DPPKAD, SKPD dan masyarakat melalui pertemuan-pertemuan/rapat-rapat, sosialisasi Pro Badut juga dilaksanakan melalui Radio/TV, bagi-bagi stiker Pro Badut hingga penempatan berbagai banner maupun baliho di SKPD-SKPD.

Selesai